Tuesday, 13 September 2011

TEORI ORGANISASI

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. seperti halnya teori yang lain, pemahaman teori organisasi diawali dari kata “organisasi” itu sendiri. Organisasi diambil dari kata “organon” (Yunani) yang berarti alat, yang bisa kita terjemahkan sebagai sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama.  
Jadi ada dua hal yang penting di sini yang harus ada dan dipahami secara gamblang:

1. “sekumpulan orang”
    Artinya organisasi terdiri minimal atas dua orang yang punya interaksi satu sama lain
  1. “tujuan” (yang sama)
    Interaksi tersebut terbentuk karena memiliki visi / misi / kegiatan lain yang baik secara terstruktur atau tidak untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran

Monday, 4 July 2011

hhhaaaaahhhh....

jika aku adalah seorang motifator handal yang dapat memberikan motifasi dahsyat, bahkan kepada orang yang tak memiliki mimpi pun dapat ku buat kembali bersemangat,,
entah berapa senyuman telah kuciptakan untuk mewarnai dunia,,
karena prinsip hidupku adalah lakukan suatu hal untuk kebahagiaan orang lain agar kau tidak kekurangan,, "walaupun sebenarnya tetap saja ada yang kurang"
bahagiaku adalah saat orang-orang disekelilingku tersenyum bersukur karena anugrah detakan jantung masih bersemayam dalam raga
bukan tanpa alasan ku memilih takdir hidup sebagai motifator,,
tersedar bahwa senyuman adalah sebuah kebutuhan
dan menciptakan senyuman adalah sebuah kewajiban
hmm,,
namun ternyata ketika kembali ke rumah, sang motifator berubah 180 derajat
sang pembuat senyuman seketika hanya bisa terdiam dan merenung, meratapi langit-langit kamar sembari berbaring diatas kasur lapuk,,

Monday, 10 January 2011

DELAPAN KADO TERINDAH

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-oranhg yang anda sayangi

Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita juga bias hadir dihadapannya lewat surat, telepon,foto atau chat. Namun dengan berada disampingnya, anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadilah kehadiran anda sebagai pembawa kebahagiaan.

Mendengar
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengar, daripada mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapan, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bias mendengar dengan baik pastikan anda dalam keadaan betul-betul rileks dan bias menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya, tidak perlu mencela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkanlah dia menuntaskannya, ini memudahkan anda membaerikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi ataupun berupa penilaian. Sekedar ucapan manispun akan terdengar manis baginya.

Friday, 19 November 2010

Pengertian dan macam-macam HAM

Pengertian dan Definisi HAM :
HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.
Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Kasus pelanggaran ham di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan / tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia ham di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik. Salah satu tokoh ham di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia.
Pembagian Bidang, Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia :
1. Hak asasi pribadi / personal Right
- Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat
- Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
- Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
- Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing

Saturday, 3 April 2010

ETIKA BERORGANISASI

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan berorganisasi dimasa kini adalah sebuah pola yang terjadi secara umum dan seringkali kita temukan baik itu dilingkungan remaja dengan adanya Karang Taruna, kalangan Mahasiswa dengan adanya Himpunan Mahasiswa ataupun jajaran pemerintahan dengan adanya DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) ataupun lembaga-lembaga lain sejenisnya.

Dengan adanya system organisasi, sebuah lembaga dapat tersusun dan berjalan dengan lebih baik, karena didalam organisasi kita mendapatkan tugas sesuai dengan posisi yang kita duduki sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam kinerja. Selain itu organisasi juga mengajarkan birokrasi-birokrasi terstruktur yang harus kita lalui dan juga administrasi-administrasi rapih yang harus kita jalankan.

Organisasi dikatakan berjalan dengan baik bukan hanya ketika jobdeesk, birokrasi dan administrasi berjalan dengan baik, disamping itu ada sebuah etika yang harus diterapkan oleh para organisatoris. Hal ini memang tidak pernah diajarkan dalam sebuah pelatihan organisasi ataupun ditemukan dalam sebuah AD/ART organisasi. Walaupun demukian, etika ini merupakan hal terpenting dalam menjalankan sebuah organisasi.

Jika kawan-kawan sempat menyimak berita akhir-akhir ini sering terjadi demo mahasiswa yang berjalan dengan ricuh padahal mahasiswa adalah kaum berpendidikan dan sering dikatakan sebagai agen of change. Mengapa ini bisa terjadi? Itu semua dapat terjadi karena mereka tidak menanamkan nilai-nilai etika dalam sebuah organisasi. Demo akan tetap berjalan tetapi aksi mereka akan santun apabila didasari dengan sebuah etika dibelakangnya.

DPR yang merupakan lembaga tinggi dalam pemerintahan yang didalam nya terdapat orang-orang berpendidikan yang sudah tidak disangsikan lagi ternyata masih sering terjadi sebuah kericuhan karena perbedaan pendapat bahkan sering juga terjadi aksi-aksi premanisme yang seharusnya tidak layak mereka lakukan. Tidak dapat dipungkiri lagi itu semua terjadi bukan karena mereka tidak memahami nilai-nilai berorganisasi tetapi itu semua terjadi karena mereka tidak menanamkan etika di dalam berorganisasi.
         Maka jangan pernah melupakan etika, karena etika adalah salah satu hal yang membedakan derajat manusia satu dan yang lainnya

Wednesday, 9 December 2009

DEFINISI REMAJA

sering kali dengan gampang orang mendefinisikan remaja sebagai periode transisi antara masa anak-anak menuju kemasa dewasa atau masa usia belasan tahun atau jika seseorang menunjukantingkah laku tertentu seperti susah diatur, mudah terangsang perasaan dan sebagainya. Tetapi mendefinisikan remaja tidak semudah itu

Remaja sering pula dicap sebagai biang masalah, tetapi itu tidak semuanya benar. Kejadian ini terjadi karena masa remaja adalah peroses pencarian jati diri dan selalu ingin mencoba, karena itulah remaja lebih mudah terjerumus kedalam masalah terutama narkoba. Akan tetapi, fase remaja iniseharusnya mendapatkan pengawasan dari orang tua dan lingkungan sekitar agar seorang remaja dapat menjadi seorang remaja yang bertanggung jawab

Monday, 30 November 2009

HAK ASASI MANUSIA (HAM) (Antara Egoisme, Tuntutan Dan Kewajiban)

Hak Asasi Manusia atau lebih dikenal dengan istilah HAM sebenarnya adalah sebuah konsep yang menurut saya sedikit abstrak dalam bentuk pengaplikasiannya. Mengapa saya berani berkata demikian, itu semua dikarenakan hasil obserfasi yang saya lakukan ternyata menemukan fakta-fakta menarik tentang hal-hal yang bersangkutan dengan HAM tersebut.

HAM secara bahasa mungkin dapat diartikan sebagai hak-hak yang harus bahkan wajib didapatkan oleh manusia dan itu biasanya bersifat personal atau bahkan kelompok. Namun, apabila kita mengartikan Hak terlebih dahulu sebelum kita mengartikan HAM, maka akan diperoleh arti sebagai berikut, Hak adalah sesuatu yang harus didapatkan apabila kita telah melakukan atau melaksanakan kewajiban. Maka, jelas sudah jika kita membicarakan tentang HAM kita juga harus membicarakan tentang kewajiban karena kedua hal tersebut saling terkait.
Penyalahgunaan istilah HAM seringkali diucapkan sebagai kalimat pembelaan oleh seseorang yang telah melakukan kesalahan. Terbukti ketika seseorang ditegur maka ia akan menjawab “terserah Gw dong, ini kan hak asasi Gw mo ngelakuin apa aja juga”. Mereka tidak pernah merasa sadar kalau yang mereka lakukan itu sebenanya telah melanggar hak asasi orang lain dengan mengutamakan egoisme yang mereka artikan sebagai hak asasi.

Kita sebenarnya tidak bisa mengartikan HAM hanya dari satu perspektif saja, itu telah terbukti dari pengamatan yang telah saya lakukan di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung baik kepada mahasiswa, dosen maupun warga yang biasa melakukan aktivitas didaerah tersebut.

Merokok merupakan pelanggaran HAM yang cukup berat, dikarenakan merokok dapat mencemari udara yang ada disekitar dan telah melanggar hak asasi orang lain untuk mendapat udara yang bersih. Itu menurut sebagian mahasiswa yang anti terhadap rokok. Lain lagi pendapat beberapa mahasiswa yang ternyata pecandu rokok, mereka berpendapat merokok adalah hak asasi mereka untuk melakukan apapun dan orang-orang yang telah melarangnyalah yang sebenarnya telah melanggar HAM. Bahkan mereka memiliki argument yang lebih kuat ketika dilarang untuk merokok dilingkungan kampus seperti mereka merokok dengan uang sendiri maka tak ada alasan orang lain untuk melarang anggaran pembelanjaan dirinya lalu ada juga yang berpendapat tidak adanya simbol-simbol tentang larangan merokok di lingkungan kampus menjadi alasan kuat untuk mereka melakukan aktivitas merokoknya dilingkungan tersebut bahkan yang lebih parah lagi mereka berpendapat para dosen saja sering melakukan aktivitas tersebut dilingkungan kampus maka tak ada alasan untuk mereka tidak melakukannya juga.

Contoh kasus lainnya adalah aktivitas demo para mahasiswa, mereka sering melakukan aksi dijalan-jalan ataupun tempat umum untuk menuntut sebuah hak yang telah terenggut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sebenarnya niat mereka itu baik yaitu untuk menuntut sebuah hak yang memang seharusnya mereka dapatkan, akan tetapi sangat sering mereka tidak sadari ternyata aksi yang mereka lakukan yang pada awalnya untuk menuntut hak asasi justru malah mereka sendiri menjadi ppihak yang telah melanggar hak asasi tersebut.

Ketika mereka melakukan aksi ditengah jalan seringkali menimbulkan kemacetan dan itu tanpa mereka sadari ternyata telah melanggar hak para pengguna jalan untuk mendapatkan jalan yang nyaman, ataupun saat mereka melakukan pembakaran ban mereka juga sering tidak sadar telah melakukan pencemaran lingkungan dengan mengotori udara dan telah melanggar hak asasi orang lain untuk menghirup udara bersih.

Jika kita kembali kepada konsep hak dan kewajiban. Maka akan terlihat sangat berbanding terbalik apa yang mereka tuntut dengan apa yang mereka lakukan. Mengapa demikian?. Para mahasiswa seringkali menuntut haknya untuk mendapatkan fasilitas yang layak dengan cara berdemo akan tetapi pada saat yang sama mereka dengan sengaja melupakan kewajiban mereka sebagai mahasiswa untuk senantiasa menuntut ilmu didalam sebuah institusi pendidikan.

Tanpa kita sadari ternyata ketika kita menuntut atau membahas tentang HAM seringkali kita terlalu egois mengatas namakan segala sesuatu menurut kepentingan pribadi sebagai HAM tanpa pernah memperdulikan hak-hak orang lain yang telah kita renggut hanya untuk kepentingan pribadi.